Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2014

Konsep Perawatan Luka Modern



Mempertimbangkan penampilan luka, bukan penyebab luka. Penampilan luka berbeda, penanganan berbeda. Perawatan luka kini bukan hanya urusan perawat. Ahli bedah harus turun tangan. Tanpa penanganan yang tepat, luka tidak sembuh bahkan menyebabkan kecacatan. Biaya yang dikeluarkan juga meningkat. Dalam sebuah literature yang dipublikasikan tahun 1994 disebutkan, di Amerika Serikat untuk perawatan luka dikeluarkan dana US$ 2,5 miliar. Dari sudut pasien, luka yang tidak kunjung sembuh menyebabkan penurunan kualitas hidup dan hilangnya jam kerja.

Konsep Perawatan Luka Modern
Menurut Prof. David, kita sering terpaku pada penyebab luka. Sebenarnya, kita harus merawat luka berdasarkan tampilannya. Penyebab luka bisa bermacam-macam, tetapi kalau tampilannya sama, perawatannya sama. Penyebab bisa sama, tetapi kalau tampilannya berbeda, penanganannya juga berbeda.

Secara garis besar luka dibagi dua, akut dan kronis. Luka akut adalah luka yang terjadi secara mendadak. Dan yang paling penting, lamanya waktu luka untuk sembuh bisa diperkirakan. Luka kronis adalah luka yang tidak kunjung sembuh, dalam waktu yang telah diperkirakan. Ada luka kronis yang tidak kunjung sembuh, dalam waktu 30 tahun.

Yang Penting Preparasi Luka
Paling penting dalam perawatan luka adalah preparasi luka. Pertama, yang dilakukan adalah mendiagnosa luka, apakah bereksudat atau terinfeksi. Lalu, lakukan preparasi luka dengan mengendalikan bakteri, mengelola jaringan non vital dan mengelola eksudat. Inilah tiga konsep pengelolaan luka. Jika luka ada bakteri, bari antibiotik. Jika ada jaringan non vital, lakukan debridement. "Luka dengan bakteri juga bisa kita lakukan debridement. Karena beberapa daerah luka yang terinfeksi bakteri, ada kaitannya dengan jaringan nekrosis ," ujar Prof. David. Jika luka bereksudut, berikan dressing absortif. Jadi, masing-masing preparasi punya penanganan yang berbeda.

Debridement
Pendekatan bedah merupakan salah satu cara debridement. Ada empat cara lain yang bisa dilakukan, jika pisau kita tidak bisa digunakan. Yaitu pendekatan mekanis, otolitik, enzimatik dan biologis." ujar Prof. David. Memang, debridenment secara surgikal adalah yang paling cepat dan efektif. Ahli bedah seharusnya menuntaskan ini dengan bedah.

Bisa juga menggunakan pendekatan mekanis. yaitu membersihkan luka dengan kasa yang diberi NaCL atau Aqua steril. Setelah 1-2 jam, kasa mengering dan mulai mengisap eksudat atau jaringan. Kemudian kasa diganti. Cara ini butuh waktu, tenaga dan mengganggu pasien, Kasa bisa diganti 8-10 kali sehari.

Pilihan berikutnya dengan pendekatan otolitik dalam kondisi yang lembab. Cara ini akan mengaktifkan enzim-enzim yang ada di tubuh untuk melakukan proteolitik, melepaskan jaringan mati secara mandiri. Pendekatan ini dilakukan dengan menutup luka menggunakan hidrokoloid, transparent film atau hidrogel.

Cara berikutnya dengan Enzimatik yakni memberikan enzim yang bersifat proteolitik dari luar tubuh. Yang popular di Amerika adalah dengan memberikan kolagenase. Secara prinsip, enzim ini akan melakukan proses proteolitik dan melepaskan jaringan mati dari luka. Efektifitasnya dianggap hanya satu itngkat di bawah pembedahan. Sayangnya, enzim-enzim ini tidak ada di Indonesia. Terutama karena harganya cukup mahal.

Pilihan lain adalah dengan metode biologis. Kini yang sedang tren, yaitu menggunakan belatung (maggot), ini sangat membantu membersihkan jaringan mati dari luka. Karena belatung mengeluarkan enzim kolagenase dan memakan jaringan mati, tetapi tidak memakan jaringan sehat. "Sayangnya image belatung menyeramkan, sehingga di Indonesia tidak digunakan," ujar Prof. David.

Mengendalikan Bakteri
Dalam mengendalikan bakteri, bisa digunakan antiseptik atau antibiotik. Tetapi pada prinsipnya, luka disebut terinfeksi kalau bakterinya 10 pangkat 5 gram/jaringan. Jadi, sebetulnya tidak perlu antibiotik. Menurut Prof David, asal kita cuci luka dan membuyarkan bakteri hingga jumlahnya kurang dari 10 pangkat 5, maka bakteri tidak punya daya rusak, sehingga fase penyembuhan bisa lebih cepat.

Pengelolaan Eksudat
Pengelolaan eksudat bisa dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Secara langsung adalah dengan menggunakan balut tekan, disertai pemasangan dressing yang memiliki daya hisap tinggi atau mechanical vaccum. Cara tidak langsung adalah dengan mengurangi faktor penyebab munculnya edsudat. Saat ini, sudah banyak produk dressing modern yang bis membantu pengelolaan eksudat antara lain: hidrokoloid, hidrogel, absorbent dressing, hidrofibre, alginates, foam dan transparent film.

Tradisional VS Modern
Dulu, penanganan luka mengandalkan antiseptik, kasa dan plester. metode ini sudah lama dianut. sehingga, penggunaan produk-produk perawatan luka modern mendapatkan kendala, terlebih karena harga unitnya yang mahal. Namun, jika dilihat hasil perawatan luka, cara modern ternyata lebih baik dan lebih cepat menyembuhkan dibandingkan cara tradisional. Produk modern juga mudah dilepaskan dan tidak menyebabkan kerusakan pada luka. Penelitian di tiga negara (prancis, Spanyol, dan Inggris) menyebutkan, total biaya yang dikeluarkan lebih rendah dari cara tradisional.

"Dulu kepada kita diajarkan membalut luka dengan rapi, tidak terlihat dari luar. sebenarnya, itu adalah tampilan luar. Pada hari ke lima saat pembalut diganti, ternyata kasa melekat pada luka dan menyebabkan trauma saat kasa diganti," kata Prof. David. Jadi yang tadinya luka akan sembuh, malah menjadi ruka dan mengalami inflamasi lagi. Beda dengan dressing modern, pembalut init tidak sengaja ditujukan untuk menutup luka, tetapi untuk mengawal proses penyembuhan luka agar proses penyembuhan luka dapat berjalan secara optimal.


Sumber :
http://jayruhal.blogspot.com/2014/01/konsep-perawatan-luka-modern.html

Selasa, 23 Juli 2013

Tips Menjaga Kesehatan Selama Bulan Ramadhan

Mulai hari ini kita sudah memasuki bulan ramadhan, bulan penuh berkah dan rahmat. Sebuah hari yang dirayakan oleh umat islam di seluruh dunia, tanpa terkecuali. Dalam ramadhan, diwajibkan berpuasa untuk yang sudah akil baligh.Puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus dari terbit fajar sampai terbenam matahari, tapi lebih dari itu. Bulan puasa adalah bulan penuh rahmat yang sangat didambakan banyak orang dan penuh kemuliaan.

Tentunya anda harus bisa menjaga kesehatan di bulan puasa. Alasannya sederhana, agar anda bisa beraktivitas secara maksimal dalam masa puasa dan juga agar puasa anda berjalan dengan baik. Bukankah dengan tubuh yang sehat, puasa lancar, aktivitas harian anda juga lancar?
Disini, kami akan memberikan beberapa tips menjaga kesehatan di bulan puasa. Tips ini kami ambil dari halaman Aarab News dan rasanya sangat patut untuk dishare kepada anda.
Baiklah, langsung ke tips menjaga kesehatan di bulan puasa:

1. Buat Perencanaan Makanan
Selama bulan ramadhan, untuk menjaga kesehatan di bulan puasa buatlah perencanaan daftar makanan yang akan anda konsumsi sekeluarga secara rapi. Hal ini bertujuan agar anda tidka bingung menentukan menu makanan sahur dan berbuka setiap hari.
Gunakan menu makanan yang sehat dan seimbang dan satu tips lagi. Dalam berbuka dan sahur hindari Junk Food karena efeknya tidak baik untuk kesehatan anda.

2. Kurangi Konsumsi Teh, Kopi, dan Minuman Bersoda
Tips menjaga kesehatan di bulan puasa yang kedua adalah mengurangi konsumsi beberapa minuman diatas. Coba kurangi sekali untuk dua hari atau terserah manajemen anda. Hal ini penting untuk meminimalkan datangnya sakit kepala saat anda sedang berpuasa.
Alternatifnya, banyak minum air putih. Dalam sehari anda bisa minum 4-10 gelas dan itu dibagi untuk buka dan sahur.

3. Kebiasaan Makan Sehat
Tips menjaga kesehatan di bulan puasa berikutnya adalah menjaga kebiasaan makan yang sehat. Dalam berbuka, jangan lupakan menu buah dan sayuran sebagai penyeimbang. Pada saat sahur, usahakan agar anda idak bangun telat.
Alasannya, agar anda tidak makan terlalu cepat saat sahur. Ini penting karena makan terlalu cepat bisa berakiabt tidak baik, berlaku juga pada saat berbuka puasa.

4. Konsultasi ke Dokter
Jika anda punya masalah kesehatan, anda bisa mengkonsultasikannya kepada dokter. Konsultasikan tentang keluhan adna, dan minta tips kepada dokter bagaimana pola makan yang cocok, serta bagaimana agar anda bisa menjalankan puasa dengan baik. Dengan begitu, tujuan anda untuk menjaga kesehatan di bulan puasa akan tercapai.

5. Cukup Waktu Tidur
Tidur malam juga adalah hal penting yang harus anda perhatikan salam menjaga kesehatan di bulan puasa. Tidur malam yang baik diperlukan untuk bisa memastikan keseimbangan tubuh anda untuk aktivitas di hari berikutnya. Tapi, jika anda merasa kurang cukup tidur. Gunakan waktu siang untuk tidur,tapi jangan sampai hal itu menganggu aktitas anda di siang hari.

6. Berolahraga
Cara menjaga kesehatan di bulan puasa berikutnya adalah olahraga. Olahraga berfungsi untuk membantu sirkulasi oksigen dalam tubuh sehingga kesehatan tubuh anda bisa terjaga. Olahraga yang dilakukkan tidak perlu terlalu berat, minimal jalan santai yang biasanya banyak dilakukkan orang setelah sahur.

Semoga 6 tips menjaga kesehatan di bulan puasa diatas berguna untuk anda. Lakukkan dengan tepat, dan anda akan bisa menjaga kesehatan di bulan puasa.

Sumber : jasionline.com

Senin, 22 Juli 2013

Mengenali Penyebab Sariawan dan Cara Mengobatinya


Sariawan atau stomatitis aftosa merupakan kelainan yang terjadi pada selaput lendir di dalam mulut. Kelainan tersebut berupa luka yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan cenderung cekung. Sariawan merupakan luka di mulut yang sangat mengganggu, semua kegiatan yang berhubungan dengan area mulut menjadi sangat sulit dilakukan, seperti makan sampai berbicara.   Hadirnya sariawan di dalam mulut membuat aktifitas berbicara atau konsumsi menjadi terganggu. Sariawan biasanya akan sembuh dalam beberapa hari. Akan tetapi jika sariawan tersebut tidak lenyap selama berminggu-minggu maka boleh jadi hal tersebut merupakan indikasi kangker rongga mulut.


Beberapa Penyebab Sariawan:
- Kekurangan nutrisi seperti zat besi, Vitamin B 12 dan Vitamin C bisa menyebabkan sariawan.
- Tanda dari kelainan pencernaan
- Kebersihan mulut yang tidak terjaga
- Daya tahan tubuh melemah
- Produk pasta gigi yang tidak cocok dengan mulut
- Makan


Namun ada beberapa cara untuk mengobati sariawan tanpa obat-obatan tertentu. Seperti apa? Silakan baca tips selengkapnya:


Menggunakan Kopi Bubuk 
Cukup dengan mengoleskan sedikit kopi bubuk kebagian sariawan, diamkan beberapa menit lalu berkumur.

Dengan Kulit Batang Jambu
Cara membuatnya juga tidak terlalu sulit. Cukup dengan menyiapkan kulit batang jambu air sebanyak 10gr dan cuci lalu tumbuk sampai halus. Setelah halus anda masukkan kedalam setengah gelas air. Saring airnya dan gunakan untuk berkumur. 

Berkumur dengan air garam 
Berkumurlah dengan air hangat yang telah dicampur garam tiga kali sehari untuk menyembuhkan luka sariawan. Namun hati-hati, saat garam menyentuh area sariawan rasanya lumayan perih.

Oleskan Bawang dan Pepaya

Menerapkan langsung obat ke luka sariawan juga dapat mempercepat proses penyembuhan. Gunakan bawang mentah, pepaya atau kantong teh langsung pada luka sariawan.

Minum yogurt
Yogurt mengontrol keseimbangan bakteri di mulut dan tubuh. Dengan ini, Anda dapat mempercepat proses penyembuhan. 

Perbanyak Minum Multivitamin 
Perbanyak konsumsi vitamin B, vitamin C, zat besi dan asam folat yang juga berperan dalam mencegah dan menyembuhkan luka sariawan. 

Perbanyak Minum Air Putih 
Kemungkinan, sariawan juga diakibatkan oleh kurangnya cairan tubuh akibat panas dalam. Jadi, minumlah air putih lebih banyak daripada sebelumnya.

Sumber : http://blog.sehat.info